VERTICAL
FARMING
Di masa sekarang
vertical garden mungkin sedah mulai diterapkan di beberapa kota yang menyadari
pentingnya penghijauan kota ditengah-tengah keterbatasan lahan. Namun vertical varming menjadi hal yang baru
dan belum pernah dilakukan di kota manapun saat ini. Vertical farming dinilai menjadi solusi di masa depan untuk
menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan akan makanan sehat. Seperti namanya, vertical farming memiliki arti pertanian
vertical atau jika dijelaskan lebih jauh berarti melakukan pertanian ke atas
menggunakan gedung-gedung. Cara kerja vertical
farming secara keseluruhan hampir sama dengan rumah kaca yang disusun
bertingkat ke atas.
Vertical farming
adalah membudidayakan tanaman atau hewan di dalam gedung pencakar langit atau di
bidang-bidang vertikal. Vertical farming
pada bangunan pencakar langit multi-fungsi merupakan sebuah konsep yang dibuat
oleh Ken
Yeang. Menurut Ken Yeang,
bangunan pencakar langit multi-fungsi untuk mengatur iklim dan konsumsi tanaman
yang ada.
Vertical
farming dilakukan di gedung-gedung bertingkat di tengah kota
dengan menggunakan dinding yang terbuat dari plastik transparan atau panel
Ethylene Tetraflouroethylene (ETFE) untuk menggantikan kaca. Hal ini
dikarenakan EFTE memiliki sifat transparan seperti air sehingga tidak
meneruskan cahaya matahari menjadi kuning. Selain itu EFTE lebih ringan
daripada kaca, meneruskan lebih banyak cahaya serta dapat didaur ulang.
Penggunaan EFTE pada dinding gedung sangat membantu tumbuhan dalam melakukan
fotosintesis.
Penerapan konsep vertical farming tentu akan memberikan
banyak keuntungan. Diantaranya yaitu dapat memenuhi kebutuhan makanan sehat
pada masyarakat perkotaan di masa mendatang, meningkatkan hasil produksi
pertanian, serta malindungi tanaman dari hama. Selain itu dengan adanya vertical farming di gedung maka
penanaman dan panen dapat dilakukan kapanpun karena tidak tergantung pada musim
dan cuaca.
Dari penjelasan di
atas, dapat kita mengambil beberapa contoh di lingkungan masyarakat petani yang
ada di kabupaten Sumbawa seperti: penanaman di teras-teras rumah dengan
menggunakan pollybag atau pot sebagai media tanamnya sehingga dapat disusun rapi
dan lebih sehat.
SUMBER:
Destila Ivanie. 2013. Vertical Varming Konsep Pertanian Masa Depan. Institut Teknologi
Bandung: Bandung.
Lopulisa. 1995. Penggunaan
Lahan Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. Kongres VI
HITI, Serpong, Jakarta 12-15 Desember 1995.
Bistok. H.S. 1999. Pertanian Organik: Konsep dan Strategi. Seminar staff
education in Fac. Of Agriculture, SWCU and NGO: Yayasan Kristen Truka Jaya.
Putri,S.A.,
2003. Konsep Agribisnis Dan Pembangunan
Pertanian Berkelanjutan Di Indonesia. Staf Pengajar Jurusan Sosial Ekonomi
PertanianFakultas Pertanian UNIB. Bandung.
Lukman, Liferdi. 2010., Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur. Balai
Penelitian Tanaman Sayuran: Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar