Kamis, 12 Juni 2014

VERTICAL FARMING

Di masa sekarang vertical garden mungkin sedah mulai diterapkan di beberapa kota yang menyadari pentingnya penghijauan kota ditengah-tengah keterbatasan lahan. Namun vertical varming menjadi hal yang baru dan belum pernah dilakukan di kota manapun saat ini. Vertical farming dinilai menjadi solusi di masa depan untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan akan makanan sehat. Seperti namanya, vertical farming memiliki arti pertanian vertical atau jika dijelaskan lebih jauh berarti melakukan pertanian ke atas menggunakan gedung-gedung. Cara kerja vertical farming secara keseluruhan hampir sama dengan rumah kaca yang disusun bertingkat ke atas.
Vertical farming adalah membudidayakan tanaman atau hewan di dalam gedung pencakar langit atau di bidang-bidang vertikal. Vertical farming pada bangunan pencakar langit multi-fungsi merupakan sebuah konsep yang dibuat oleh Ken Yeang. Menurut Ken Yeang, bangunan pencakar langit multi-fungsi untuk mengatur iklim dan konsumsi tanaman yang ada.
Vertical farming dilakukan di gedung-gedung bertingkat di tengah kota dengan menggunakan dinding yang terbuat dari plastik transparan atau panel Ethylene Tetraflouroethylene (ETFE) untuk menggantikan kaca. Hal ini dikarenakan EFTE memiliki sifat transparan seperti air sehingga tidak meneruskan cahaya matahari menjadi kuning. Selain itu EFTE lebih ringan daripada kaca, meneruskan lebih banyak cahaya serta dapat didaur ulang. Penggunaan EFTE pada dinding gedung sangat membantu tumbuhan dalam melakukan fotosintesis.
Penerapan konsep vertical farming tentu akan memberikan banyak keuntungan. Diantaranya yaitu dapat memenuhi kebutuhan makanan sehat pada masyarakat perkotaan di masa mendatang, meningkatkan hasil produksi pertanian, serta malindungi tanaman dari hama. Selain itu dengan adanya vertical farming di gedung maka penanaman dan panen dapat dilakukan kapanpun karena tidak tergantung pada musim dan cuaca.
Dari penjelasan di atas, dapat kita mengambil beberapa contoh di lingkungan masyarakat petani yang ada di kabupaten Sumbawa seperti: penanaman di teras-teras rumah dengan menggunakan pollybag atau pot sebagai media tanamnya sehingga dapat disusun rapi dan lebih sehat.

SUMBER:
Destila Ivanie. 2013. Vertical Varming Konsep Pertanian Masa Depan. Institut Teknologi Bandung: Bandung.
Lopulisa. 1995. Penggunaan Lahan Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. Kongres VI HITI, Serpong, Jakarta 12-15 Desember 1995.
Bistok. H.S. 1999. Pertanian Organik: Konsep dan Strategi. Seminar staff education in Fac. Of Agriculture, SWCU and NGO: Yayasan Kristen Truka Jaya.
Putri,S.A., 2003. Konsep Agribisnis Dan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Di Indonesia. Staf Pengajar Jurusan Sosial Ekonomi PertanianFakultas Pertanian UNIB. Bandung.           
Lukman, Liferdi. 2010., Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur. Balai Penelitian Tanaman Sayuran: Bandung.